Implementasi Transaksi Hutang Beban dengan PPN Masukan

12-03-2026 14:22:22, Dibaca: 336

Dalam proses operasional perusahaan, sering kali terdapat alokasi budget beban untuk suatu divisi, seperti tim marketing, yang penggunaannya dilakukan secara bertahap sepanjang periode tertentu. Pencatatan budget tersebut dapat terlebih dahulu diakui sebagai Hutang Beban, sebelum direalisasikan dalam bentuk transaksi pengeluaran atau pembelian.

Dalam praktiknya, penggunaan budget tersebut dapat melibatkan transaksi yang mengandung PPN, sehingga perlu dilakukan pencatatan yang tepat agar PPN Masukan tidak tercatat sebagai beban, melainkan sebagai pajak yang dapat dikreditkan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman alur pencatatan yang benar agar nilai beban, hutang, dan PPN tetap tercatat secara akurat dalam laporan keuangan.

Artikel ini menjelaskan contoh alur pencatatan transaksi ketika budget marketing yang telah dicatat sebagai Hutang Beban digunakan untuk melakukan pembelian yang mengandung PPN di ERZAP ERP.


Contoh Kasus

Tim Marketing memiliki budget sebesar Rp 20.000.000 dan Perusahaan perlu mencatat bahwa budget Marketing sudah diakui sebagai Biaya atau Beban Marketing lebih dulu walaupun belum dibayar, sehingga pencatatannya dianggap sebagai Hutang Beban.
Lalu, sebagian dari budget tersebut digunakan untuk melakukan pembelian secara hutang dengan rincian sebagai berikut:

  • Nilai pembelian : Rp 1.000.000

  • PPN Masukan (11%) : Rp 110.000

  • Total Faktur pembelian terhutang : Rp 1.110.000


Alur Pencatatan Pembelian Hingga Penyesuaian Nilai PPN di ERZAP ERP

1. Pencatatan Budget Marketing Dicatat Sebagai Beban atau Biaya Pada Modul Hutang Beban

Pada tahap awal, budget marketing dicatat sebagai beban atau biaya yang masih menjadi kewajiban perusahaan. Artinya perusahaan telah mengakui adanya beban marketing, namun belum terjadi pengeluaran kas. Berikut implementasi pencatatan di ERZAP ERP:

1) Masuk modul Akunting ► Hutang ► Hutang Beban ► Proses


2) Pilih logo ikon tambah untuk membuat data Hutang Beban

3) Lengkapi data :

  • No Faktur (Opsional)
  • Outlet
  • Akun Beban
  • Tanggal Jurnal
  • Supplier (Opsional)
  • Total Hutang


4. Klik Proses.
Dengan demikian jurnal Beban Marketing akan otomatis terposting di sistem.


2. Pencatatan Pembayaran Hutang Pembelian Menggunakan Budget Marketing

Ketika hutang pembelian tersebut dibayarkan menggunakan budget marketing, maka di sistem perlu dilakukan pencatatan pembayaran hutang pada data Hutang Beban Marketing yang telah dibuat sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi nilai saldo Kas atau Bank dan mencatat detail penggunaan budget marketing. Sehingga perusahaan dapat mengontrol penggunaan yang telah digunakan budget marketing.
Berikut alur pencatatan di sistem:

1. Masuk ke modul Akunting ► Hutang ► Hutang Beban ► Proses


2. Klik Proses pada Data Hutang Beban sesuai kebutuhan


3. Lengkapi Kolom Form yang wajib terisi :

Setelah pembayaran hutang beban tersimpan, pencatatan ini akan menunjukkan bahwa sebagian budget marketing telah digunakan untuk membayar kewajiban hutang pembelian tersebut serta jurnal otomatis terposting dan saldo kas/bank terpotong sesuai nilai pembayaran.


4. Penyesuaian PPN

Karena sebelumnya budget marketing telah dicatat sebagai Beban Marketing secara penuh, maka nilai PPN yang sebenarnya bukan merupakan beban perlu dipisahkan dan dicatat sebagai PPN Masukan.

Berikut langkah penyesuaian PPN di sistem :

1. Masuk ke modul Akunting ► Jurnal ► Buat Baru

2. Lengkapi Data :

  • Outlet : pilih outlet yang menanggung beban
  • Tanggal Jurnal : sesuai pembayaran hutang
  • Keterangan : Opsional

3. Pilih Akun :

  • PPN Masukan → Debit Rp 110.000

  • Beban Marketing → Kredit Rp 110.000

*Data yang terinput pada gambar sesuai contoh kasus di awal halaman


Kesimpulan

Setelah seluruh proses pencatatan dilakukan, maka hasil akhirnya adalah:

- Beban Marketing

  • Awal : Rp 20.000.000

  • Dikurangi PPN : Rp 110.000

Total Beban Marketing di Laba Rugi senilai Rp 19.890.000

- PPN Masukan

  • Tercatat sebesar Rp 110.000 dan dapat digunakan sebagai kredit pajak PPN.

- Hutang Beban Marketing

  • Berkurang sesuai penggunaan budget untuk membayar transaksi.

  • Transaksi penggunaan tercatat detail


Dengan demikian perusahaan dapat memastikan bahwa:

  • Beban marketing tercatat sebesar nilai bersih (tanpa PPN) pada Hutang Beban

  • PPN Masukan tetap tercatat untuk kebutuhan pelaporan pajak

  • Penggunaan budget tercatat dengan rapi dalam sistem.


Sekian artikel terkait Implementasi Transaksi Hutang Beban dengan PPN Masukan, untuk pertanyaan lebih lanjut silahkan menghubungi kami pada kontak yang telah disediakan pada halaman ERZAP, Terima Kasih

Fitur Approval ERZAP ERP

14-03-2024 - Dibaca: 6423 kali.
Fitur Approval adalah mekanisme yang digunakan dalam berbagai platform dan sistem untuk memastikan bahwa suatu tindakan atau perubahan telah disetujui oleh pihak yang berwenang. Dalam konteks bisnis, fitur ini membantu dalam menjaga kontrol kualitas dan memastikan bahwa keputusan atau langkah-langkah yang diambil telah melalui proses evaluasi yang tepat sebelum diterapkan.
Baca selengkapnya...

Mana yang Lebih Baik antara Direct dan Indirect Marketing?

25-10-2022 - Dibaca: 9666 kali.
Marketing merupakan bagian penting dalam sebuah bisnis. Oleh sebab itu, penting bagi pemasar untuk menentukan strategi marketing yang cocok. Strategi pemasaran seperti apa yang baik bagi bisnis? Temukan di sini!
Baca selengkapnya...

Tutorial Fitur Agen Erzap ERP

25-09-2023 - Dibaca: 5749 kali.
Fitur Agen Erzap merupakan fitur yang dikhususkan untuk membantu penggiat usaha retail, F&B maupun objek wisata yang masih terkait dengan bidang pariwisata. Dengan fitur agen, pelaku usaha akan memiliki manajemen data yang baik untuk mengelola agen-agen yang telah terdaftar sehingga dapat bekerja sama dengan baik.
Baca selengkapnya...

MANAJEMEN SERIAL NUMBER/IMEI UNTUK TOKO HANDPHONE & ELEKTRONIK

24-01-2018 - Dibaca: 14982 kali.
Pencatatan Serial Number memiliki manfaat signifikan bagi toko handphone. Pencatatan Serial Number membantu toko untuk memantau inventaris perangkat seluler yang dijual. Dengan memiliki catatan Serial Number untuk setiap perangkat, toko dapat dengan mudah melacak dan mengelola stoknya, menghindari kehilangan atau kebingungan terkait inventaris. Erzap ERP menawarkan fitur manajemen Serial Number untuk membantu perusahaan dalam melacak dan mengelola inventaris perangkat dengan efisien. Dengan fitur ini, perusahaan dapat dengan mudah mencatat dan memantau setiap Serial Number atau IMEI dari perangkat yang dimiliki. Hal ini memudahkan dalam pelacakan stok, meminimalkan risiko kehilangan atau kebingungan inventaris, serta meningkatkan akurasi data.
Baca selengkapnya...

Kenali Jenis-jenis Promosi Ini agar Bisnis Anda semakin dikenal!

05-03-2022 - Dibaca: 7643 kali.
Anda sedang menentukan promosi untuk toko Anda? Simak jenis-jenis promosi berikut agar Anda tidak salah pilih.
Baca selengkapnya...