Tutorial Proses Purchase Order (PO) dengan Fitur Penerimaan Barang

30-01-2023 15:34:34, Dibaca: 16867

Banner Tutorial Proses Purchase Order

Pengertian dan Pentingnya Purchase Order (PO)

Purchase Order (PO) adalah dokumen resmi yang digunakan oleh perusahaan untuk memesan barang atau jasa dari supplier. PO mencakup informasi seperti jumlah, harga, dan tanggal pengiriman barang yang dipesan, serta informasi tentang pembayaran dan kondisi lain yang terkait dengan transaksi. PO bertindak sebagai kontrak antara perusahaan pemesan dan supplier, menjamin bahwa barang atau jasa yang dipesan akan diterima sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

Mengapa Purchase Order Penting?

Purchase Order (PO) sangat penting dilakukan karena:

  • Meningkatkan efisiensi proses pembelian.
  • Menyediakan catatan resmi dan terpercaya dari transaksi pembelian.
  • Memastikan bahwa barang yang dipesan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.
  • Menjaga komunikasi yang jelas antara perusahaan pemesan dan supplier.
  • Membantu mengendalikan biaya dengan memastikan bahwa harga yang ditetapkan sudah sesuai dengan kesepakatan.

Divisi yang Terlibat dalam Proses PO

Adapun divisi yang secara umum terlibat dalam proses PO adalah:

  • Divisi Purchasing — Salah satu tugas dari divisi Purchasing adalah untuk membuat dan mengelola PO.
  • Divisi Gudang — Bertugas untuk menerima barang/stok.
  • Divisi Akunting — Bertugas untuk mencatat nota pembelian.

Keunggulan Fitur Penerimaan Barang PO

Fitur penerimaan barang PO di Erzap menawarkan efisiensi yang signifikan:

  • Satu PO dapat memiliki beberapa Penerimaan Barang
  • Beberapa Penerimaan Barang dapat digabungkan menjadi Satu Faktur Pembelian

Dengan fitur baru ini, penerimaan PO akan menjadi lebih efisien dan fleksibel. Stok dapat diterima secara parsial ataupun utuh (sekaligus) sesuai PO walaupun nota pembelian belum diberikan oleh supplier. Fitur ini memberikan kemungkinan untuk memproses beberapa penerimaan barang yang sudah diterima menjadi sebuah nota pembelian.

Siapa yang Membutuhkan Fitur Ini?

Fitur penerimaan barang PO sangat cocok untuk:

  • Kondisi supplier yang selalu telat mengirimkan invoice pembelian (barang diterima lebih dahulu).
  • Kondisi multi divisi, di mana divisi PO membuat PO, divisi gudang menerima barang, divisi akunting mencatat nota pembelian.
  • Kondisi barang dikirim ke gudang dan nota dikirim ke kantor oleh supplier.

Daftar Isi Tutorial

Tutorial Proses PO dengan Fitur Penerimaan Barang ini terdiri dari 4 bagian:

  1. Membuat Purchasing Order (PO)
  2. Menerima Purchasing Order (PO)
  3. Melihat Kondisi Stok
  4. Memproses Nota Purchasing Order

1. Membuat Purchasing Order (PO)

Mengaktifkan Fitur Penerimaan Barang PO

Fitur penerimaan barang PO dapat diaktifkan pada General Setting, dengan mengatur Alur Pembelian menjadi:

PO → Penerimaan Barang → Faktur Pembelian

Setting Alur Pembelian di General Setting

⚠ Catatan Penting

Sebelum mengaktifkan fitur ini, pastikan sudah tidak ada proses PO yang masih belum diproses/menggantung. Semua PO yang ada harus diproses terlebih dahulu.

Langkah-Langkah Membuat PO

Langkah 1: Membuat PO dapat dilakukan melalui menu PembelianPemesanan Barang (PO)Buat Baru.

Menu Pembelian untuk membuat PO baru

Langkah 2: Lengkapi formulir Pembuatan Pemesanan Barang dengan informasi berikut:

  • Supplier yang dituju
  • Outlet Pemesan
  • Untuk Gudang
  • Tanggal Pemesanan
  • Admin yang bertugas memesan
  • Keterangan (jika diperlukan)

Tambahkan Data Barang di bagian Tabel Daftar Barang dengan jumlah stok yang ingin dipesan serta harga beli dari produk tersebut.

Formulir Pembuatan Pemesanan Barang

ℹ Catatan

Harga yang diberikan pada saat membuat pemesanan barang akan menjadi Harga Modal bagi produk tersebut.

Langkah 3: Setelah formulir selesai dibuat, klik tombol Simpan untuk menyimpan PO.

Tombol Simpan Pemesanan Barang

Langkah 4: Sistem akan menampilkan Surat Pemesanan dari PO yang baru saja dibuat. Pada contoh di bawah, produk Kebaya Mawar Merah dipesan sebanyak 20 potong.

Surat Pemesanan Barang yang telah dibuat

Daftar PO yang sudah dibuat dapat dilihat kembali melalui menu Manajemen Data pada Pemesanan Barang PO.


2. Menerima Purchasing Order (PO)

Langkah-Langkah Menerima PO

Langkah 1: Penerimaan PO dapat dilakukan melalui menu InventoriPenerimaan BarangCatat Penerimaan.

Menu Inventori untuk Penerimaan Barang

Langkah 2: Pilih data PO yang akan dibuat penerimaannya, kemudian klik Proses untuk membuat penerimaan PO.

Tabel Daftar PO untuk Penerimaan Barang

ℹ Catatan

Penerimaan Barang PO dapat dilakukan lebih dari satu kali, menyesuaikan kondisi barang yang diterima.

Contoh: Jika PO kebaya sebanyak 20 potong, namun saat penerimaan stok yang datang hanya 10 potong, maka penerimaan PO dicatat sebanyak 10 potong. Penerimaan sisanya (10 potong) dapat dicatat kemudian.

Langkah 3: Lengkapi formulir Penerimaan Barang PO sesuai dengan data barang yang diterima.

Formulir Penerimaan Barang PO

Langkah 4: Setelah semua data sesuai, tekan tombol Simpan untuk melanjutkan proses penerimaan PO.

Tombol Simpan Penerimaan Barang PO

Langkah 5: Sistem akan menerbitkan Surat Penerimaan Barang. Pada contoh di bawah, dapat diperhatikan stok belum diterima seluruhnya (10 dari 20 potong).

Surat Penerimaan Barang (Penerimaan Pertama)

Contoh Penerimaan Parsial Kedua

Berikut adalah Penerimaan Barang yang kedua kalinya. Dapat diperhatikan pada tabel barang bahwa stok yang telah diterima secara total adalah 20 potong (sesuai dengan jumlah pesanan).

Surat Penerimaan Barang (Penerimaan Kedua - Lengkap)

Filter Status Pemesanan

ℹ Catatan

Data Pemesanan dapat dipisahkan berdasarkan statusnya:

  • Pesanan Baru — Pesanan yang baru dibuat
  • Diproses Sebagian — Pesanan yang sudah diproses sebagian, belum seluruhnya
  • Diproses Lengkap — Pesanan yang sudah diterima sepenuhnya

Filter Status Pemesanan Barang


3. Melihat Kondisi Stok

Stok Sebelum Penerimaan PO

Berikut adalah Data Produk yang digunakan sebagai contoh. Dapat diperhatikan stok sebelum dibuat penerimaan produk tersebut masih kosong.

Stok Produk Sebelum Penerimaan PO

Stok Setelah Penerimaan Parsial (10 Potong)

Berikut adalah kondisi stok saat PO baru diterima sebagian (10 potong). Dapat diperhatikan stok sudah bertambah 10 potong.

Stok Produk Setelah Penerimaan Parsial

Melihat Aktivitas Stok Detail

Aktivitas produk dapat dilihat dengan mengklik angka stok seperti gambar berikut.

Opsi Melihat Aktivitas Stok Produk

Aktivitas Stok Penerimaan Parsial

Berikut adalah aktivitas stok dengan contoh penerimaan PO sebagian. Dapat diperhatikan terjadi penambahan stok sebesar 10 potong untuk produk Kebaya Mawar.

Aktivitas Stok Penerimaan Parsial

Aktivitas Stok Penerimaan Lengkap

Berikut adalah Aktivitas Stok dengan produk yang sudah diterima seluruhnya. Terdapat dua kali penambahan stok yang berasal dari penerimaan PO dengan total stok yang diterima 20 potong.

Aktivitas Stok Penerimaan Lengkap


4. Memproses Nota Purchasing Order

Mengapa Perlu Proses Nota PO?

PO yang sudah diterima hanya akan menambah stok, namun nota dari PO tersebut belum diproses sehingga belum tercatat sebagai pembelian. Langkah ini diperlukan untuk mencatat transaksi pembelian secara formal.

Langkah-Langkah Memproses Nota PO

Langkah 1: Untuk memproses faktur penerimaan PO, pilih menu PembelianFaktur PembelianProses Penerimaan.

Menu Proses Penerimaan di Faktur Pembelian

Langkah 2: Cari data penerimaan barang pada tabel Daftar Data Penerimaan Barang. Pada contoh sebelumnya, PO diterima sebanyak dua kali, sehingga akan ada dua entri penerimaan.

Daftar Data Penerimaan Barang untuk Diproses

Memproses Penerimaan Satu Persatu

Penerimaan PO dapat diproses satu persatu dengan menandai checkbox pada kolom Daftar Pesanan. Berikut adalah contoh ketika hanya memilih satu penerimaan pesanan.

Memilih Satu Penerimaan untuk Diproses

Memproses Penerimaan Sekaligus

Gambar berikut adalah contoh ketika ingin memproses beberapa penerimaan pesanan sekaligus.

Memilih Beberapa Penerimaan untuk Diproses Sekaligus

Langkah 3: Kemudian tekan menu Proses untuk mulai memproses penerimaan pesanan.

Tombol Proses Penerimaan Pesanan

Lengkapi Data Transaksi Pembelian

Langkah 4: Sistem akan menampilkan halaman Pencatatan Transaksi Pembelian. Lengkapi formulir berikut:

  • Nomor Faktur — Nomor dari nota pembelian supplier
  • Tanggal Faktur — Tanggal penerbitan nota pembelian
  • Supplier — Supplier yang mengirimkan barang
  • Termin — Jangka waktu pembayaran
  • Form Pembayaran — Metode pembayaran yang digunakan

Formulir Pencatatan Transaksi Pembelian

Langkah 5: Tekan Simpan untuk menyimpan transaksi pembelian.

Tombol Simpan Transaksi Pembelian

Faktur Pem

Manajemen Pesanan Penjualan ERP: Kelola Order Multi-Channel dalam Satu Sistem

Manajemen Pesanan Penjualan ERP: Kelola Order Multi-Channel dalam Satu Sistem

19-04-2026 - Dibaca: 308 kali.
Pelajari cara kerja manajemen pesanan penjualan ERP Erzap untuk bisnis multi-channel. Dari marketplace hingga pesanan langsung, semua terpusat dalam satu tampilan dengan proses massal.
Baca selengkapnya...
Penjualan Dengan Harga Jual Per Jenis Pelanggan

Penjualan Dengan Harga Jual Per Jenis Pelanggan

02-08-2018 - Dibaca: 9100 kali.
Di Dalam dunia bisnis penjualan, pasti sudah tidak asing lagi dengan jenis-jenis pelanggan, terdapat banyak jenis pelanggan antara lain, distributor, reseller dan customer. Nah pada artikel berikut akan dijelaskan bagaimana penerapan penjualan per jenis pelanggan dalam sistem ERZ4P antara lain :
Baca selengkapnya...
Tutorial Pick Pack Alur: Cetak Resi → QC → Packing → Kirim

Tutorial Pick Pack Alur: Cetak Resi → QC → Packing → Kirim

18-04-2026 - Dibaca: 1381 kali.
Pelajari alur pick pack untuk warehouse management system dengan tahapan cetak resi, QC, packing, dan kirim. Optimalkan efisiensi logistik Erzap.
Baca selengkapnya...
Tutorial Permohonan Approval Modul Beban ERZAP ERP

Tutorial Permohonan Approval Modul Beban ERZAP ERP

15-03-2024 - Dibaca: 1109 kali.
Panduan lengkap permohonan approval modul beban ERZAP ERP. Pelajari cara pengajuan dari pemohon, proses approval, hingga finalisasi persetujuan dengan mudah.
Baca selengkapnya...
                                                            Pentingnya Implementasi Akunting Bagi Usha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

Pentingnya Implementasi Akunting Bagi Usha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

29-08-2022 - Dibaca: 3527 kali.
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, meringkas, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan data transaksi, serta berbagai aktivitas yang berhubungan dengan keuangan, sehingga informasi tersebut dapat digunakan oleh seseorang yang ahli di bidangnya dan menjadi bahan untuk mengambil suatu keputusan. Saat ini, pemerintah tengah menggencarkan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). UMKM sendiri berpotensi membangun ekonomi nasional yang kuat karena jumlahnya sangat banyak, dan merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) serta penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Namun, para pelaku UMKM sering kali tidak mengimplementasikan dengan melakukan pencatatan akuntansi karena umumnya mereka merasa bahwa pencatatan akuntansi cukup sulit untuk dilakukan dalam sebuah usaha kecil serta memakan uang dan waktu yang cukup banyak. Padahal, pencatatan akuntansi sendiri memiliki dampak yang besar bagi UMKM ke depannya.
Baca selengkapnya...